Minggu, 08 Januari 2017

Kiat Menulis Artikel yang dibaca Ratusan ribu orang

Menulis artikel itu biasa, tapi jaman sekarang, orang mulai menggunakan provokatif agar artikelnya dibaca pembaca, apalagi di media sosial.Jika ditanya mengenai momen paling berkesan  ketika saya menulis artikel http://www.kompasiana.com/dudunhamdalah/warkop-reborn-penonton-tertipu-trailernya-sopan-filmnya-ada-pesan-pornografi_57d9519a2b7a6100476247bd

Dimana pada saat itu ada suka dukanya. Sukanya artikel saya dibaca lebih dari 98 ribu orang dan dishare sekitar 10,000 kali di FB serta diberi nilai 18 orang. Namanya saya jadi terkenal sebagai komka sosial media hehehe. Namun dukanya adalah ada hampir 100 orang yang membully atau menyalahkan saya akibat apa yang saya tulis. 

Sisi yang kurang mengenakan para haters ini masuk ke akun pribadi saya baik di facebook maupun youtube dengan komentar sinis dan negatif. Akibat dari ulah ini, saya sempat diwawancarai media onlne tribun Yogya pada awal Oktober dengan judul Komika Social media ini dihujat ratusan netisen…hehehe,
http://jogja.tribunnews.com/2016/09/20/komika-ini-dihujat-karena-anggap-trailer-warkop-dki-reborn-menipu-kenapa


Yuk kita belajar, kata atau kalimat apa saja yang biasanya bisa membuat pengunjung meningkat ke website atau blog anda hanya dengan strategi penulisan judul.

#1. HEBOH

Mungkin tidak terlalu asing dengan kita, tapi dengan penulisan kata HEBOH ini pada awal kalimat judul yang kita buat, maka rasa penasaran si pembaca akan semakin tinggi untuk melihat isinya.

#2. BOMBASTIS

Jelas-jelas merujuk kepada bahasa iklan, tapi biasanya orang yang membaca pasti ingin tahu, apa sih yang BOMBASTIS tersebut.

#3. MEMBULY

Kata ini sekarang lagi trend. Bisanya diarahkan untuk hal-hal negatif yang ditujukan kepada seseorang. Tujuanya agar banyak orang ikut mengata-ngatai atau mengejek. Dengan demikian rasa penasaran dan keingin tahuan orang semakin ting “apa sebenarnya yang di bully”.

#4. HOT

Apa hubunganya berita dengan kata HOT?? Sepertinya sama sekali tidak ada. Tapi itulah namanya menjual berita. banyak berita dan artikel ditulis dengan munggunakan kata HOT.

#5. INTIM

Kata yang satu ini mungkin mengarah kesesuatu yang berbau hubungan. Tapi dengan kata ini ternyata banyak pembaca laki-laki akan dengan mudah mengunjungi artikel yang kamu buat looh… hihihihhi ðŸ™‚

#6. GEGER

Siapa yang tidak terkejut dan ingin tahu kalau ada kata GEGER dalam sebuah tulisan Judul sebuah berita?? namanya juga sudah GEGER, tentu orang akan bertanya “Mengapa bisa GEGER”; “Siapa yang bikin GEGER”.
Namun saya juga sering mengisi artikel formakl di berbagai perusahaan misalnya Bank Indonesia, PLN, PT Pos dan sebagainya silakan cek di http://pelatihanpenulisan.blogspot.co.id/2016/07/pen-ulis-buku-knowledge-capturing.html. Nah untuk materi yang saya gunakan anatara lain dalam video ini. 




Sabtu, 07 Januari 2017

Kecanduan Facebook, sebaiknya Nonaktifkan Saja.

Saya ingin menonaktifkan FB sementara.

Semenjak adanya Facebook tuh orang orang jadi demen update status, apa-apa update status. Mau tidur update status, mau jalan-jalan update status, mau update status, update status. Menurut gue, Facebook ini mendorong orang untuk membagikan hal-hal yang kurang penting gitu. Sampe-sampe waktu lapar pun sempet-sempetnya update status, “duh laper nih, pengen makan”. Eh, semua orang juga tau kali laper tuh pengen makan. Lagian emangnya kalau lu update status kayak gitu, lu bakalan kenyang? Kagak kan?



Dan Facebook juga mendorong orang untuk pamer. Pamer jalan-jalan ke tempat wisata, Pamer menang juara 2 Lomba Stand Up Comedy. Pamer pernah diajak makan sama Presiden. Pamer habis foto bareng artis. Punya HP baru, pamer. Punya motor baru, pamer. Punya pacar baru, FB mantan langsung diblok.

Di Facebook juga ada tuh yang upload foto yang bikin orang merasa kasihan. Terus katanya kita kalo kita like, kita dapet 100 kebaikan, kalau comment, kita dapet 1.000 kebaikan. Pernahkah lihat yang kayak gitu di Facebook. Sejak kapan Tuhan bekerja sama dengan Facebook untuk urusan kayak gitu.

Banyak orang menulis status di FB tujuannya bukan untuk berbagi tapi mendapat LIKE atau komentar. Kalau tidak ada LIKE maka status itu dihapus. Ada juga yang statusnya jualan melulu bikin orang bosen. Karena isinya iklan, maka tidak ada yg respon, ya biarin saja, kalau iklan itu bukan untuk dikomentari tapi dibeli.

Satu lagi, kalau anda terganggu dengan beranda di FB, karena banyak status yang negatif atau FB terlalu menyita waktumu, maka pertanda kamu sudah kecanduan. Ini berbahaya karena akan membunuh waktumu untuk aktifitas yang bermanfaat. Saran saya matikan FB pada jam kerja mulai jam 08.00-17.00 WIB. Kalau FB sudah membuat candu sebaiknya matikan atau nonaktifkan saja, sampai kamu tidak kecanduan.



Jumat, 06 Januari 2017

Pancasila dan Gerakan Radikalisme



Akhir-akhir ini banyak gerakan yang muncul dan membawa nama Islam di tanah air. Islam seringkali dikaitkan dengan aksi-aksi teror yang melanda beberapa wilayah di tanah air. Selain itu terjadinya aksi massa dengan latar belakang agama yang bahkan berujung dengan kekerasan yang justru malah menyimpang dari ajaran agama. Gerakan itu lahir antara lain sebagai reaksi atas ketidakadilan, ketimpangan dan penindasan umat Islam yang terjadi di berbagai belahan dunia. 
Pada peralihan abad ke 21 ini kemungkinan berkembangnya fundalisme Islam relatif besar akibat kebijakan Amerika Serikat yang kurang adil terhadap ekonomi dan politik di Timur Tengah. Amerika Serikat tetap menganakemaskan Israel yang menjadi musuh bebuyutan negara-negara Islam. Kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang ingin menguasai minyak di Timur Tengah dari hulu sampai hilir menimbulkan reaksi dari beberapa penguasa Arab sehingga memunculkan gerakan Alqaeda. Kebijakan Amerika Serikat di Irak, menimbulkan reaksi di negara Islam lainnya sehingga terjadi perubahan besar politik di negara tersebut , antara lain kemenangan Partai Hamas di Palestina dan munculnya kembali pemerintahan yang fundamental di Iran. 
Berbagai konflik yang terjadi di negara Islam,memunculkan pandangan kaum fundamentalis bahwa Amerika Serikatlah sebagai penyebabnya. Semua kebijakan Amerika di Irak, palestina, Afganistasn dan negara Islam di dunia telah menempatkan Amerika Serikat sebagai musuh bersama bagi kaum fundamental. Islam fundamental merupakan reaksi terhadap sekulerisme, liberalisme dan muncul sebagai gerakan “kembali ke fundamen agama”. Karena Gerakan ini lahir akibat arus modernisasi, maka dapat dikatakan bahwa fundamentalisme adalah anak dari modernisasi itu sendiri. Hasrat teokrasi lahir dari konfrontasi atas modernitas dengan cara-cara modern. 
Tesis di negara Barat mengatakan bahwa fundamentalisme lahir dari ketidakmampuannya untuk menanggapi krisis-krisis yang ditimbulkan oleh modernisasi. Namun, perlu ditambahkan bahwa ketidakmampuan itu mendapat sumbangan dari beban sejarah kolonialisme atas negara-negara Islam dan dari ketimpangan global yang menghasilkan konflik utara- selatan dewasa ini. Melalui sikap anti liberal dan antiBarat, Islamisme dapat dilihat sebagai bentuk fanatisme, puritanisme dan ekslusime yang terkandung di dalam dogma yang praktisme menjadikan Islamisme sebagai ajaran baru ditengah kemajemukan di dalam Islam sendiri. Fundamentalisme Islam merupakan sebuah ideologi yang berusaha untuk menetapkan kembali agama Islam sebagai sistem politik dalam dunia modern. 
Islam menjadi suatu sistem organik total yang bersaing secara komprehensif dengan jangkauan ideologi serta sistem negara lain. Pancasila Mengadopsi Islam Jika dikaitkan dengan Pancasila, sejak awal persiapan kemerdekaan, para pendiri bangsa yang mengusulkan dasar negara tidak setuju jika negara Indonesia berdasar pada satu agama tertentu. Meskipun Islam dianut sekitar 90 % penduduk negeri ini, namun mereka lebih mewadahi kemajemukan kedalam satu kebangsaan sebagai alat pemersatu negara. 
Namun demikian nilai-nilai dasar dari Pancasila juga merujuk pada ajaran agama Islam. Misalnya Ketuhanan yang Maha Esa, mengadopsi dari surat Al Ikhlas ayat 1 yang artinya “Katakanlah bahwa Tuhan itu satu.” Selain itu, kepentingan umat Islam dapat disalurkan melalui penerapan pada sila keempat tentang mufakat, musyawarah dan perwakilan. Dalam sila ke empat ini, umat Islam dan umat beragama lainnya dapat menyalurkan aspirasi kepentingannya untuk dimusyawarahkan dan dimufakatkan. Sehingga Pancasila berusaha mengadopsi nilai-nilai yang ada dalam Islam di satu sisi, namun disisi lain tidak memberikan ruang bagi munculnya gerakan fundamentalis yang berorientasi untuk merubah dasar negara. (DP)

Kamis, 05 Januari 2017

Pancasila dikubur bangsanya


Assalamualaikum selamat Malam Penggemar Jenaka dimanapun anda berada
Tertawalah karena Tertawa menunjukkan warna Gigi Anda
Saya Dudun Purbakala, kalau tidak lucu jangan ketawa

Ada yang tahu Pancasila…. banyak….ada yang hafal Pancasila…banyak
Ada yang sudah mengamalkan Pancasila …banyak…banyak yang belum
Pancasila itu sekarang hanya buat hafalan dan pajangan
Sehingga burung Garuda melengos menghadap ke kanan
Ada yang bilang  karena kanan itu symbol sesuatu yang baik
Menurut saya tidak juga… karena yang boleh jalan terus kan belok kiri ..kanan gak boleh


Pancasila itu sekarang tinggal nama dan kehilangan makna
Sekarang ideologi dari luar masuk ke negeri kita
Karena benteng ideology kita Pancasila tak lagi perkasa
Pancasila itu seperti Orangtua yang sakit nggak dirawat
Dibiarkannya mati di bumi kelahirannya

Padahal jaman saya sekolah itu ada penataran P 4
Sekarang pelajaran Pancasila  hanya 2 jam seminggu itu pun digabung dengan PKn
Dulu setiap minggu ada forum Negara pancasila di RRI
Sekarang malah film dan idiologi asing bertebaran di layar kaca

Dulu Gotong royong menjadi ciri bangsa ini
Sekarang gotong lemari karena banjir di sana sini
Dulu keramahan dan ketamahan menjadi jantung anak negeri
Kini kemarahan dan ketamakan kian menjadi –jadi
Dulu toleransi dan tenggang rasa sebagai karakter bangsa
Kini marak radikalisme dan mau menang sendiri

Bangsa yang besar itu bukan bangsa yang badanya gede
Tapi bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya
Bangsa yang kuat itu bukan bangsa yang ikut fitnes
Tapi bangsa yang mampu mempertahankan ideologinya
Bangsa yang mandiri itu bukan bangsa yang cabang dan atmnya banyak
Tapi bangsa yang mampu mencukupi kebutuhan rakyatnya sendiri

Terima kasih saya Dudun Purbakala, selamat malam

Kendaraanmu adalah Kelapangan Hatimu

Matahari di padang pasir terasa membakar. Hanya sesekali angin bertiup, menerbangkan debu-debu yang memerihkan mata. Membuat seorang pemuda kerepotan mengarungi samudera pasir yang membentang luas. Namun, hatinya sedikit tenang. Unta yang di tungganginya masih muda dan kuat. Ia berharap kendaraannya ini sanggup untuk menempuh perjalanan yang jauh. Karena masih ada separuh perjalanan lagi yang harus ditempuh Sang Pemuda.

“Mudah - mudahan aku selamat sampai Makkah," katanya penuh harap. "Dan, segera melihat Baitullah yang selama ini aku rindukan.” 

Panggilan rukun Islam kelima itulah yang telah membulatkan tekadnya mengarungi padang pasir yang terik.

Di tengah perjalanan, tiba - tiba Pemuda itu menatap tajam ke arah seseorang yang tengah berjalan sendirian di padang pasir.

'Kenapa orang itu berjalan sendiri di tempat seperti ini ?' tanya pemuda itu dalam hati. Sungguh berbahaya.

Pemuda tersebut menghentikan untanya di dekat orang itu. Ternyata, ia adalah seorang lelaki tua. Berjalan terseok - seok di bawah terik matahari. Lalu, Pemuda itu segera turun dari kendaraannya dan menghampiri.

“Wahai Bapak Tua, Bapak mau pergi ke mana ?” tanyanya ingin tahu.

“In syaa Allah, aku akan ke Baitullah,” jawab orang tua itu dengan tenang.

“Benarkah ?!” Pemuda itu terperanjat. Apa orang tua itu sudah tidak waras ? Ke Baitullah dengan berjalan kaki ?

“Betul Nak, aku akan melaksanakan ibadah haji,” kata orang tua itu meyakinkan.

“Maa sya Allah, Baitullah itu jauh sekali dari sini. Bagaimana kalau Bapak tersesat atau mati kelaparan ? Lagi pula, semua orang yang kesana harus naik kendaraan. Kalau tidak naik unta, bisa naik kuda. Kalau berjalan kaki seperti Bapak, kapan Bapak bisa sampai ke sana ?” Pemuda itu tercenung, merasa takjub dengan Bapak Tua yang ditemuinya.

Ia yang menunggang unta dan membawa perbekalan saja, masih merasa khawatir selama dalam perjalanan yang begitu jauh dan berbahaya. Siapapun tak akan sanggup menempuh perjalanan sejauh itu dengan berjalan kaki. Apa ia tidak salah bicara ? Atau memang orang tua itu sudah terganggu ingatannya ?

“Aku juga berkendaraan,” kata Bapak Tua itu mengejutkan.

Si Pemuda yakin kalau dari kejauhan tadi, ia melihat orang tua itu berjalan sendirian tanpa kendaraan apa pun. Tapi, Bapak Tua itu malah mengatakan dirinya memakai kendaraan.

Orang ini benar-benar sudah tidak waras. Ia merasa memakai kendaraan, padahal aku lihat ia berjalan kaki ... pikir si Pemuda geli.

“Apa Bapak yakin kalau Bapak memakai kendaraan ?” tanya Sang Pemuda itu menahan senyumnya.

“Kau tidak melihat kendaraanku ?” orang tua itu malah mengajukan pertanyaan yang membingungkan. Si Pemuda, kini tak dapat lagi menyembunyikan kegeliannya.

“Kalau begitu, apa kendaraan yang Bapak pakai ?” tanyanya sambil tersenyum.

Orang tua itu termenung beberapa saat. Pandangannya menyapu padang pasir yang luas. Dengan sabar, si Pemuda menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut orang tua itu. Akankah ia mampu menjawab pertanyaan tadi ?

“Kalau aku melewati jalan yang mudah, lurus, dan datar, kugunakan kendaraan bernama Syukur. Jika aku melewati jalan yang sulit dan mendaki, kugunakan kendaraan bernama Sabar,” jawab orang tua itu tenang.

Si Pemuda ternganga dan tak berkedip mendengar kata-kata orang tua itu. Tak sabar, pemuda itu ingin segera mendengar kalimat selanjutnya dari lelaki tua tersebut.

“Jika takdir menimpa dan aku tidak sampai ke tujuan, kugunakan kendaraan Ridha. Kalau aku tersesat atau menemui jalan buntu, kugunakan kendaraan Tawakkal. Itulah kendaraanku menuju Baitullah,” kata Bapak Tua itu melanjutkan.

Mendengar kata-kata tersebut, si Pemuda merasa terpesona. Seolah melihat untaian mutiara yang memancar indah. Menyejukkan hati yang sedang gelisah, cemas, dan gundah. Perkataan orang tua itu amat meresap ke dalam jiwa anak muda tersebut.

“Maukah Bapak naik kendaraanku ? Kita dapat pergi ke Baitullah bersama-sama,” ajak si Pemuda dengan sopan. Ia berharap akan mendengarkan untaian-untaian kalimat mutiara yang menyejukkan jiwa dari orang tua itu.

“Terima kasih Nak, Allah sudah menyediakan kendaraan untukku. Aku tak boleh menyia-nyiakannya. Dengan ikut menunggang kendaraanmu, aku akan menjadi orang yang selamanya bergantung kepadamu,” sahut orang tua itu dengan bijak, seraya melanjutkan perjalanannya.

Ternyata, orang tua itu adalah Ibrahim bin Adham, seorang ulama yang terkenal dengan kebijaksanaannya.

Refleksi Hikmah :

Untuk menempuh perjalanan kehidupan yang kita lalui ini. Bukan mobil mewah yang kita butuhkan sebagai kendaraan kita. Bukan pula harta melimpah yang kita butuhkan untuk bekal mengarungi kehidupan ini.

Cukup hati yang lapang, yang dapat menampung segala kemungkinan keadaan. Menyediakan bahan bakar Syukur, Sabar, Ridha dan Tawakkal. Hidup akan terasa lebih indah jika merasa bahagia

Halal Buat Kami. Haram Buat Anda

Adalah Abu 'Abdurrahman Abdullah ibn al Mubarak al Hanzhali al Marwazi, seorang ulama' masyhur di Makkah yang menceriterakan riwayat ini.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani ritual ibadah haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua Malaikat yang turun dari langit, dan mendengar percakapan keduanya.

"Berapa orang yang datang tahun ini (untuk haji) ?" tanya satu malaikat kepada malaikat lainnya.

"Tujuh ratus ribu jama'ah" jawab Malaikat yang ditanya.

"Berapa banyak dari mereka yang diterima ibadah hajinya ?"

"Tidak satupun"

----- *** -----

Percakapan itu membuat sang Abdullah al Mubarak bergemetar.

"Apa ?" ia menangis dalam mimpinya. "Semua orang - orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia - sia ?"

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar percakapan kedua malaikat itu.

"Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, akan tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia seluruh ibadah haji mereka diterima oleh Allah"

"Kenapa bisa begitu ?"

"Itu kehendak Allah"

"Siapa orang tersebut ?"

"Sa'id ibn Muhafah tukang sol sepatu di Kota Dimasyq (Damaskus)"

Mendengar ucapan itu, Abdullah al Mubarak itupun langsung terbangun dari tidurnya. Sepulang haji, ia tak langsung pulang menuju rumah, akan tetapi langsung menuju kota Damaskus, Syiria. Hatinya bergetar dan bertanya - tanya.

Sesampai disana, ia langsung mencari sang tukang sol yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ia tanya, apakah ada tukang sol sepatu yang bernama Sa'id ibn Muhafah.

"Ada, di tepi kota" jawab salah seorang tukang sol sepatu sambil menunjuk arahnya.

Sampai disana ia mendapati seorang tukang sol sepatu yang berpakaian amat lusuh, "Benarkah anda bernama Sa'id ibn Muhafah ?" tanya ibn al Mubarak.

"Betul, siapakah tuan ?"

"Aku Abdullah ibn al Mubarak"

Sa'id pun terharu, "Tuan adalah Ulama' terkenal, ada apa gerangan mendatangi saya ?"

Sejenak, Ulama' itupun kebingungan, darimana ia akan memulai pertanyaanya. Akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya.

"Saya hendak tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur, dan membuat mabrur ibadah haji para jama'ah yang lain ?"

"Wah saya sendiri tidak tahu"

"Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini"

Maka Sa’id ibn Muhafah pun bercerita, "Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar suara talbiyah : 'Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika laa syariika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syariika laka' dan, setiap kali aku mendengar talbiyah itu, aku selalu menangis 'ya Allah aku rindu Makkah. ya Allah aku merindu Ka'bah. Ijinkan aku datang, ijinkan aku datang ya Allah' oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu. Setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan, hingga akhirnya pada tahun ini, saya memiliki 350 dirham, cukup untuk saya berhaji, saya sudah siap berhaji"

"Tapi anda batal berangkat haji"

"Benar"

"Apa yang terjadi ?"

"Ketika itu, Istri saya hamil, dan mengidam. Waktu saya hendak berangkat, saat itu dia ngidam berat"

"Suamiku, menciumkah engkau bau masakan yang nikmat ini ?"

"Iya, sayang"

"Cobalah kau cari, siapakah yang masak sehingga baunya begitu nikmat. Mintalah sedikit untukku"

"Ustadz, kemudian sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh. Disitu ada seorang janda dan enam anaknya. Saya mengatakan kepadanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit. Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya"

Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan, "tidak boleh, Tuan"

"Dijual berapapun akan saya beli"

"Makanan itu tidak dijual, Tuan" katanya sambil berlinang mata.

"Kenapa ?"

Sambil menangis, janda itu menjawab, "Daging ini halal untuk kami dan haram untuk Tuan"

Dalam hati saya, "Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim ?" Karena itu saya mendesaknya lagi "Kenapa ?"

"Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Di rumah sama sekali tak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk kami masak, dan kami makan" Sesenggukan janda itu menjelaskan.

"Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram"

Mendengar ucapan tersebut, saya menangis, kemudian kembali pulang. Aku ceritakan perihal kejadian itu pada istriku, iapun menangis. Hingga akhirnya, kami memasak makanan dan mendatangi rumah janda tersebut.

"Ini masakan untukmu" 

Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka. "Pakailah uang ini untukmu sekeluarga. Gunakanlah untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi"

Ya Allah ... disinilah Hajiku
Ya Allah ... disinilah Makkahku

Mendengar cerita tersebut, Abdullah al Mubarak pun tak bisa menahan air matanya.

Medsos semakin memecah belah Bangsa, Pemerintah berani Blokir?

Apa yang terjadi dengan media sosial di Indonesia. Budaya budaya sinisme cenderung sarkasme sudah marak beredar tanpa kendala. Sikap yang memperlihatkan ketidaksukaan kepada "lawan" semakin tandas terlihat. Justru bully membully yang terjadi saat ini lebih sadis ketimbang kampanye Pilpres 2014 silam.
Kalau mau dipecah memang hanya ada dua blok besar, yakni mantan pemilih Prabowo dan mantan pemilih Jokowi. Sebagian lagi massa netral bisa golput abadi, mengambang, atau angin-anginan, kadang doyong ke kanan atau ke kiri. Dua Blok besar ini sampai sekarang masih loyal, apalagi ada momentum Pilkada Jakarta.
Padahal Jokowi dan Prabowo sudah sering bertemu baik di istana maupun di Hambalang baik makan siang maupun naik kuda. Tapi sepertinya massa di akar rumput masih belum mau bersatu. Mungkin pertandingan timnas sepakbola di piala AFF yang lalu yang jadi pemersatu dua kubu ini.
Harus ada solusi yang nyata atas sikap saling menghujat di media sosial, pendekatan preventif harus diutamakan sebelum pendekatan hukum. Misalnya dengan melibatkan tokoh berpengaruh untuk menghimbau warga medsos tidak saling mengejek. Atau iklan-ikalna layanan yang edukatif dan membumikan karakter luhur bangsa.


Pendekatan hukum memang menjadi jalan terakhir yang ditempuh. UU ITE, KUHAP dan sebagainya harus ditegakkan untuk menjaga wibawa hukum dan keadilan sosial. Hukum ini juga harus bersifat adil, jangan hanya yang anti pemeintah yang merasakan ketajamannya tapi juga semua warga diperlakukan sama di mata hukum.

Pemblokiran Medsos
Kalau saat ini Koinfo berani memblokir ratusan situs yang dianggap radikal, bagaimana dengan medos yang sering menjadi ajang provokasi dan berkelahi. Pemblokiran medsos khususnya FB, twitter dan sebagainya adalah pilihan yang sangat ekstrim dan keras. pasti akan menimbulkan kemarahan bagi puluhan juta pengguna yang selama ini meras a nyaman dengan keberadaan medsos.
Namun pemblokiran media sosial adalah sebuah keniscayaan jiak memang itu menjadi jalan terakhir yang harus ditempuh. Pemerintah harsu melindungi kepentingan yang lebih besar yakni persatuan NKRI ketimbang sekumpulan orang yang mengacau melalui sosial media. Keberanian negara untuk meblokir media sosial harus berdasarkan pertimbangan pada prinsip persatuan bangsa.
Memang awalnya akan banyak cacian, demo, protes, keluhan dan sebagainya dari pengguna sosial media. Tapi hal itu tidak akan berlangsung lama. Justru dengan ketidak adaan sosial media banyak energi positif yang bisa dialihkan untuk aktifitas yang lebih bermanfaat,
Sebenarnya memang sosial media ibarat pedang bermata dua, mau dipakai ntuk kebaikan bisa, untuk kejahatan juga bisa. Tapi tren yang terjadi akhir akhir ini medsos lebih banyak negatifnya ketimbang positifnya. Nah disinilah pemerintah perlu mengambil peran agar medsos dapat digunakan untuk hal-hal yang postif, namun jika sudah diupayakan tapi tidak berhasil. ya sudah beranikah pemerintah memblokir media sosial ? Kita tunggu saja.