Selasa, 21 Maret 2017

Merayakan berkurangnya Jatah Hidup ?

Kalau Ulang Tahun itu diartikan memotong kue, memberi bingkisan, mengundang teman dan menerma kado. Seingat saya, saya belum pernah merayakannya. Tidak ada tradisi seperti itu di keluarga saya, disamping mungkin ada pertimbangan ekonomi mengingat keluarga saya bukan orang mampu. Tapi pertimbangan tradisi lebih kuat, karena kalau sekadar beli kue untuk dimakan sendiri saya yakin orangtua saya masih sanggup.

Karena latar belakang itulah saya heran, atau merasa sayang ya, melihat orang menghambur-hamburkan uang banyak untuk sebuah seremoni yang sempit. Malah ada seorang Menteri yang masuk penjara karena merayakan HUT istrinya di sebuah hotel mewah dengan menghabiskan dana Rp 500 juta dan uang itu diambil dari kas negara. Ini super koclok (gila ) namanya. Masih mending Robinhood mengambil uang orang kaya untuk dibagikan ke orang miskin hehehe
Intinya sih kalau memang kondisi uang longgar dan mau membuat perayaan sebaiknya digunakan untuk kemanfaatan umat. Misalnya dirayakan bersama yatim piatu atau panti asuhan secara sederhana dan membagikan berkat agar mereka terhibur. Meski saya tidak tertarik dengan judulnya (HUT) tapi saya suka dengan substansinya atau kontennya. Misi ini lebih mulia dan berguna ketimbang memenuhi ambisi pribadi, gengsi dan syhwat duniawi.
Saya tidak merasa cocok dengan istilah ulang tahun, karena tahun tidak pernah berulang, tahun 2016 sudah berlalu dan takkan pernah kita jumpai lagi. Istilah yang tepat sebenarnya memperingat hari kelahiran atau Milad. Tapi sudah jaman disebut HUT maka lidah ini perlu waktu untuk menyesuaikan. Namun jika menggunakan istilah Milad kok nanti dibilang milik agama tertentu hehehe,  ya mudah2an ada kata bahasa Indonesia yang akan mewakili istilah Milad.
Secara nominal, Milad itu penambahan jumlah umur, jika kemarin 25 sekarang 26 tahun.. Tapi secara konten dan substansi waktu hidup kita di dunia berkurang, kalau jatahnya misalnya 60 tahun sekarang sudah 25 tahun berarti tinggal 35 tahun dan semakin hari jatah itu semakin sedikit. Jadi masih mau merayakan jatah hidup kita di dunia. hehehe


Selama hidup ini mungkin ada atau banyak cita-cita dan harapan yang tidak tercapai ketimbang terwujudkan. Itu membuktikan bahwa yang paling berkuasa di dunia Tuhan, dan Dialah sebaik-baiknya pembuat rencana. Karena Tuhan adalah pencipta yang tahu persis apa yang dibutuhkan mahluk ciptaanNya.

Maka setiap detik yang harus dilakukan manusia adalah bersyukur dan terus bersyukur dalam keadaan susah dan senang,. Sikap syukur dalam takdir dan sabara dalam proses harus dibarengi dengan rasa optimisme dan prasangka baik kepada Tuhan. Karena kehidupan ini milik Tuhan, harta, kedudukan atau anak semua itu amanah atau titipan yang wajib kita kembalikan. 
Maka di usia kepala 4 seperti saya, ambisi-ambisi kebendaaan dunia sudah mulai menipis. Persiapan menuju alam keabadian harus dipertebal. Hidup seperti air mengalir. berusaha dan yakin serta menerima apapun takdir Nya. Dan juga pendekatan diri kepada Ilahi harus lebih ofensif dan intensif seiring dengan memudarnya daya ingat, melemahnya kekuatan fisik dan mulai bersarangnya berbagai jenis penyakit. 
Barang siapa yang mencintai Tuhannya maka akan berjumpa dengan Nya. Dan siapa yang berjumpa dengan Tuhan maka dia akan bahagia di sisi Nya. Wujud dari rasa cinta adalah pertemuan dengan yang dicintai. Maka puncak dari nikmatnya orang beriman ketika sudah dibacakan kepadanya "Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.'(Sesungguhnya semua milik Alloh dan semua akan kembali kepada Nya"


Selasa, 14 Maret 2017

GUWAT Pembawa Pesan Kematian

GUWAT si pesan Kematian

Di kampungku di Solo ada pemuda lajang, namanya Guwat. Badannya kecil. Orangnya memang tidak sempurna, Bisa dibilang bocor halus (maaf ya Wat). Usianya sudah 30an, teman-teman sebaya sudah pada punya anak. Kadang anak-anak temannya yang bermain dengan Guwat yang perawakannya persis anak SMP. Tapi lama-kelamaan Guwat malas bermain dengan anak-anak tetangga karena malah suka menggodanya. Sehari-hari Guwat memilih di rumah, membantu ibunya yang jualan nasi liwet. Guwat mbantu apa saja, belanja, cuci piring, bersih-bersih. Ayah Guwat sudah meninggalkannya ketika Guwat lahir dan pergi bersama wanita lain. Guwat yang tidak seperti orang normal dipiara oleh ibunya seorang diri. 
Guwat pasrah dan nrimo saja dengan kehidupannya yang serba kekurangan, Dia tetap sholat ke masjid. Anehnya setiap dia sholat ke masjid , anjing milik Bang Pardede selalu menyelak. Memang Guwat kalau berjalan cukup cepat, kami tidak tahu apakah karena itu anjing orang Batak itu menggonggong. Yang jelas Guwat cuek saja karena anjing itu diikat dekat pagar.Nggak banyak mengeluh. Ia pun gak kesal meski sering diledekin karena keterbatasannya. 
Satu yang menonjol dari si Guwat, ia selalu hadir jika ada orang yang meninggal. Dimana pun ada orang kesripahan (berkabung) Guwat selalu hadir selama ia mendengar informasi tersebut. Biasanya sih di musola yang tidak jauh dari rumahnya jika ada berita duka diumumkan lewat corong musola. Di rumah duka Guwat membantu apa saja entah nyuci piring, ngangkat kursi, pasang tenda dan sebagainya. 
Di saat seperti itu dia nggak banyak ngomong, dan hanya kerja.kerja, kerja. Persis slogan seorang Presiden di sebuah negeri Khatulistiwa. Guwat disuruh apapun mau membantu jika ada orang meninggal. Tanpa pamrih alias tidak minta upah namun kalau dikasih uang dia terima. Uang itu pun dia simpan untuk kebutuhannya beli sabun mandi, baju dan sebagainya. Kalau makan dia masih menumpang pada Mbok nya.
Lain Guwat lain pulak dengan Hesti, Hesti juga seorang penyandang keterbatasan mental. Dia anak seorang pendeta dan suka menyanyikan lagu gereja meski kurang jelas suaranya. Tapi dia sangat pede. Dia dulu teman Guwat, karena sama-sama kurang sempurna meski beda keyakinan, Mereka simbol bhinneka tunggal ika untuk golongan khusus. Yang heran meeka berdua nyambung dan orang lain tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tertawa dan bercanda seperti orang biasa. 
Namun ternyata ada yang tidak suka keakraban mereka. Orang-orang yang pendek nalarnya dan anti perbedaan telah meracuni pikiran mereka. Guwat dan Hesti diadu domba sehingga mereka saling memusuhi bahkan sampai gelut. Akhirnya mereka sampai jothakan, Dulu dimana ada Guwat disitu ada Hesti tapi kini dimana ada Guwat , tak ada Hesti dan sebaliknya. tangan-tangan jahat dan iri telah membuat persahabatn mereka hancur. 
Anehnya ada orang-orang senang retakan hubungan mereka. Isu agama membuat Guwat dan Hesti saling memusuhi. Padahal dulu Hesti yang anak orang mampu selalu mengantar makanan ke Guwat setiap Minggu pulang dari gereja, Dan Guwat suka membantu Hesti bersih-bersih rumah jika ada kebaktian. Namun ada orang yang melarang dan membisikan kata Haram kepada Guwat jika dikasih makan Hesti ataupun jika Guwat membantu di rumah Hesti.  
Dari situlah muncul pengkaplingan, kalau ada orang islam yang meninggal, maka itu jatahnya Guwat hadir dan Hesti di rumah, nah jika ada orang non muslim itu haknya Hesti dan Guwat libur dulu. Setelah aku bekerja dan tinggal di jakarta tak lagi mengikuti kabar mereka berdua. Tapi beberapa tahun silam aku mendengar hubungan mereka masih kelam. 
Ketika Ibu sedho (meninggal) bulan Februari lalu, tiba-tiba aku ingat Guwat, Setahuku dia tak pernah absen jika ada bendera kuning (lambang orang meninggal ) di rumah. Aku heran kemana pemuda lugu itu, apalagi dia tinggal nggak jauh dari rumahku. Biasanya dia datang pagi-pagi dan ikut bersih-bersih, Tapi sampai siang diantara kerumunan orang tak kudapati pemuda berbadan kecil itu. 
Aku kaget ketika pak RT membertitahu Guwat sudah meninggal beberapa tahun silam. meninggalnya mendadak, dan ak ke rumah sakit. Ternyata saat dokter datang Guwat menderita penyakit yang sudah parah . Penyakit yang dia tahan karena dia tidak mau membebani orangtuanya yang tidak punya biaya.  Guwat di Jawa bisa diartikan Kuat, sekuat orangnya menahan penyakit di tubuhnya. 
GUWAT bagiku adalah pesan kematian. Karena setiap ada orang meninggal disitu pasti ada GUWAT. Guwat menjadi ikon atau pertanda ada orang berduka. Tapi sekarang pesan kematinan itu sudah kembali kepada Tuhan. Dan Pesan itu sudah dicabut dan tak ada lagi pesan lain yang menggantikannya. Mungkin di hanya di musola saja, pesan kematian itu terdengar, Dimana selama ini musola digunakan hanya untuk 2 hal yakni Panggilan azan dan berita kematian.

Senin, 13 Maret 2017

HATI-HATI IKUT REUNI



Reuni artinya kembali bersatu, maksudnya supaya jalinan persahabatan yang terpisah jarak dan waktu itu kembali bersatu. Baik sebagai teman sekelas, se organisasi, se bagainya. Tapi kenyataannya Reuni malah menyatukan dua mantan yang sudah tidak muda lagi. Banyak kasus CLBK lantaran Reuni :(
Apalagi sekarang teknologi begitu maju, ada medsos, WA dan sebagainya yang bisa mempersatukan teman yang telah tercerai-berai. Syahdan grup-grup alumni pun terbentuk.
Nah yang bahaya adalah jika sudah menyenggol kenangan asmara. kata orang pernah sehati. Daya ingat akan mengorek-orek masa lalu bersama si dia.... duluuuuu..
Meski sekarang sudah sama-sama berumah tangga. Tapi yang namanya cinta gak bisa dihilangkan dari hati. Karena mau dibuang kemana pun bekasnya tetap saja ada.
Apalagi kini marak pertemuan reuni. Nah sebaiknya yang sedang bermasalah dalam rumah tangga dan ingin reuni dimana disana ada si mantan mohon urungkan dulu, kalau bisa ajak pasangan anda ke sana.
Pada dasarnya orang akan mencari kekurangan dirinya di orang lain. Dan rumput tetangga tidak selalu hijau. Jadi jangan paksakan diri ikut reuni jika disitu ada mantan atau yang pernah bertepuk sebelah tangan,.

https://www.youtube.com/watch?v=d-Ub3Sntyns

Kamis, 09 Maret 2017

(Stand Up Religi 10 Maret 2017) Kebahagiaan itu hanya di Hati yang Tenang

(Stand Up Religi 10 Maret 2017)
Kebahagiaan itu hanya di Hati yang Tenang.



Saudaraku, banyak orang yang ingin mencari kebahagiaan dengan pergi wisata, ke Bali, ke Eropa, ke Arab dan sebagainya. Katanya untuk refreshing atau istirahat/ liburan atau bersenang-senang, Namun apa yang terjadi setelah pulang dari berlibur, bukannya senang malah badan capek-capek, uang habis dan perasaan nggak karu-karuan (baca ; sumpek)

Saudaraku, banyak orang kaya tapi hdupnya tidak bahagia. Banyak orang hebat tapi hidupnya merana. Banyak orang populer yang malah ujungnya bunuh diri. Banyak pejabat tinggi yang akhirnya dijebloskan ke jeruji besi.
kita begitu memanjakan fsik kita dengan baju yang arnded, makan yang wah, mobil yang mewah, rumah yang megah. Tapi kita membiarkan ruh kia kosong, hati kita merana dan pikiran kita kemana-mana.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Jadi sumber dari kebahagiaan itu ada di hati. sementara tempat rekreasi itu hanya menjanjikan kesenangan duniawi untuk jasmani. Sumber kebahagiaan itu ada di hati yang bersiih, hati yang selalu mengingat Alloh, hati yang selalu bersyukur, hati yang sabar, hati yang ikhlas, hati yang lapang dan mau memaafkan, hati yang tenang dan mampu mengelola pikiran dan hawa nafsu.
Kebahagiaan tidak akan dijumpai pada hati yang penuh iri dan dengki, hati yang tak pandai bersyukur, hati yang tak iklhas, hati yang penuh kebencian, suuzhon, fitnah, nyinyir, provokatif an memperturutkan hawa nafsu.

Jadi kebahagiaan itu bukan pergi ke tempat hebat di dunia, atau bolak- balik ke tanah suci, atau mengikuti kelas-kelas motivasi. Tapi kebahagiaan itu ada di hatiku, hati yang tenang,


Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS al-Fajr [89]: 27-30

Senin, 06 Maret 2017

GENGSI

Hidup sederhana tanpa cicilan kredit ribawi itu nikmat sekali. Karena riba adalah dosa yang sangat besar, maka siapa yang masih melakukan praktek riba, akan dicabut keberkahan rezekinya dan akan dihapus ketenangan dalam hatinya. 
Sebenarnya rezeki Alloh itu sudah cukup untuk hidup (baca makan), tapi manusia adalah sarang hawa nafsu, maka segala macam pun diambil meski keuangan tidak ada. akhirnya kredit sana - sini dan setiap bulan pemasukan habis untuk membayar kredit.
Anehnya kebanyakan orang menurutkan nafsu bukan karena kebutuhan, tapi karena gengsi. Padahal gengsi adalah penyakit hati yang membuat hati tertekan, dunia sempit dan sulit bersyukur. Gengsi itu mahal dan banyak orang jatuh miskin karenanya.
Gengsi termasuk penyakit hati yang berbahaya, karena mengantarkan seseorang pada sifat cinta dunia. Gengsi muncul karena hati sudah terpaut dan jatuh cinta pada dunia. Orang yang memiliki sifat gengsi biasanya menjadikan dunia sebagai tolak ukur kemuliaan. Padahal apalah artinya mengejar kemuliaan di hadapan manusia jika di hadapan Allah hanyalah kesia-siaan?
Ingatlah pesan Rasulullah Saw., “Demi Alloh, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Senin, 27 Februari 2017

Karpet Merah untuk Pelayan 2 Kota Suci

Harapan pada penjaga 2 Kota Suci


Akhir2 ini media heboh memberitakan kunjungan Raja Salman ke Indonesia setelah 47 tahun atau tahun 1970. Raja Arab Saudi Fahd berkunjung ke Indonesia. Peristiwa langka ini benat-benar merupakan kehormatan bagi pemeintahan Jokowi maka penyambutannya pun dilakukan secara luar biasa. Kedatangan Raja Salman dari 1 hingga 9 maret 2017 disertai dengan gerbong yang super fantastis.
Raja Salman direncanakan akan membawa 10 menteri, 25 pangeran 1500 rombongan dengan mencarter 15 pesawat penumpang dan 7 pesawat cargo untuk barang2 mereka. Raja Salman juga akan membawa investusai yang nilanya cukup besar yakni 300 trilyun rupiah.Raja Salman meruakan raja terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai 200 triiluin rupiah.
Rencana nya Raja Salman akan meninap di hotel termewah di Jakarta yakni Ritz Cartlon, yang sewa kamarnya Rp 133 juta sehari dengan luas 400 meter persegi. Tamu yang lain pun sudah membooking hotel yang lain untuk menginap selama di Indonesia. Bali menjadi salah satu tujuan Raja Salman datang ke Indonesia untuk beristirahat. Rencana kedatangan raja berusia 81 tahun itu menyedot perhatian publik dan menjadi momentum untuk meningkatkan citra pariwisata Indonesia.

Masalah Kuota Haji
Raja Arab dinela dnegan gekar Khadimul al Haramain atau pelayan 2 kota suci yakni mekah dan madinah. maka haji alam m,enjadi agenda yang dibawha dalam pertemuan anatara presiden Jokosi dan Raja Salman. Apalagi Indonesia sedang kelimpungan karena waiting jamaah haji yang cukup lama. Inilah momentum yg tepat bagi Jokowi untuk curhat dengan Raja dari bani Saud tersebut.
Haji ke tanah suci adalah idaman setiap muslim. Karena haji merupakan rukun Islam yang ke-5. Syarat dari Haji adalah harus istithoa atau mampu. Mampu secara materi karena memerlukan biaya yang tidak sedikit dan mampu secara fisik karena memerlukan tenaga yang cukup.
Sebelum tahun 2008, di Indonesia orang bayar ONH tahun itu juga langsung berangkat. Namun sejak tahun 2008 antrean Haji mulai terjadi, awalnya hanya setahun dua tahun menunggu, Kini di 2017 rata-rata daftar tunggu Haji mencapai 17 tahun untuk ONH reguler dan sekitar 6 tahun untuk Haji Khusus.
Hal ini membuktikan semakin sempitnya kuota haji sementara tingkat kemampuan calon haji semakin besar. Maka selain penmabahan kuota, pemerintah juga harus mengatur agar memberi kesempatan pada jamaah yg sepuh, belum berhaji untuk prioritas ke tanah suci.
Kedatangan Raja Salman ke Indonesia menjadi momentum yg bagus untuk meminta tambahan kuota haji agar dapat memangkas waiting list yang maha panjang, Seyogyanya sebagai negara dengan waiting list terpanjang di Indonesia ada spesial seat bagi jamaah Indonesia mengingat antuasisme yang tinggi,
Memang saat musim Haji , kota suci hanya menampung sekitar 3 juta an umat Islam. Dan saat ini jumlah kuota Haji RI mencapai 178 ribu jamaah, Sebagai pelayan 2 kota suci, Raja Salman pun sudah melakukan banyak pengembangan agar masjidil Haram mampu menampung sebanyak mingkin Jamaah,
Semoga kedatangan Raja Salman , raja Arab yang sudah 47 tahun tidak singgah di Indonesia memberi dampak nyata terjadi permasalahan haji di Indonesia.




Minggu, 19 Februari 2017

Ibu, Telah Kembali menghadap Ilahi

Tanggal 9 Februari 2017 adalah hari yang penuh duka dalam perjalanan hidupku. Pada hari Kamis jam 07.45 WIB di RS  Kasih Ibu. Solo, Ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir untuk kembali ke hadirat Alloh Swt. Inna lillahi wa inna ilaihi roijin. Ibu meninggal pada usia hampir 72 tahun. Ibu lahir di Sukoharjo 4 Mei 1945 dan meninggal pada 9 Februari 2017. Sedangkan Bapak sudah dipanggil Alloh lebih dulu sekitar tgl 14 Januari 1996 silam. Maka di usiaku yang ke 42 tahun, aku kini menjadi Yatim Piatu.

Aku merasa kehilangan karena merasa belum memberi pengabdian anak kepada Ibu. Ibu tinggal sendiri di Solo, ada adik yang rumahnya sekitar 5 km dari rumah Ibu. Sementara saudara yang lain tinggal di Jakarta. Komunikasi terakhir aku dengan ibu sebelum sakit adalah 5 Januari 2017 lalu dalam sms itu aku menanyakan kesehatan Ibu dan ibu menjawab sehat habis kontrol dari dokter, ibu memang rajin berobat dan kontrol ke dokter karena penyakit gula dan esteophorosis.

Tanggal 1 Februari aku dikabari ibu masuk rumah sakit karena sesak nafas dan digotong saudara dan tetangga ke RS. Tanggal 3 Februri pun aku pulang ke Solo menengok Ibu. Kondisi Ibu sadar tapi nafas sesak, sehingga harus diinfus dan dioksigen. Aku memberi semangat ibu, memijat badannya yang pegal dan melap lap tubuh ibu. Sejak dirawat memang ibu hanya terbaring dan harus buang hajat dengan pispot, untuk tidur terlentang pun tak bisa karena sesak nafas sehingga hanya tidur sambil bersandar,

Selama 3 hari di Solo, aku mengingatkan ibu agar selalu sholat meski sakit dengan tayamum, dan senantiasa berdzikir mengucap Laa ilaha ilallah atau kalau tidak bisa cukup kata Alloh. AKu berharap ketika meininggal Ibu bisa mengucap kalimat Laa ilaha ilallah, Tanggal 6 Februari aku pamit ibu akan pulang ke Jakarta karena ada urusan pekerjaan. Aku mencium pipi ibu dan tangannya, Saat itu menatap dengan tatapkan yang kosong. Ternyata itu adalah terakhir kalinya aku melihat Ibu.

Saat itu sebelum kembali ke jakarta , dokter Internes mengatakan Ibu boleh pulang. Kami pun senang meski ibu masih mengenakan tabung oksigen. Aku ingin ibu bisa sembuh sesaknya dulu baru pulang. Dan akhirnya ibu pun digeser ke kamar dekat jendela. Akhirnya aku kembali ke Jakarta dengan bus malam.

Kamis 9 Februari 2017, mas menelpon ibu sudah kritis kondisnya,. Aku pun segera memesan tiket pesawat 4 buah untuk aku istri dan anak . Jam 7.45 mas mengabari ibu sudah meninggal. Aku sedih menangis , meratapi kepedihan ditinggal seorang Ibu. Ibu terlalu cepat pergi dan kembali kepada IIahi. Akhirnya kami pun pulang dan memakamlan ibu secara Islam. Ibu dikuburkan disamping makam Bapak di hastana Daksinoloyo Danyung, Sukoharjo atau sekitar 5 Km dari rumah. Dikuburkan pada jumat 10 Februari 2017 jam 10 siang. ratusan orang datang dengan langit yang mendung.

Alhamdulillah selama berhari2 Solo hujan, pada hari Jumat itu terang benderang hingga Mangrib sehingga prosesi pemakana  berlangsung lancar, Jenasah Ibu pun sangat berseri. Aku mencuim jasad beliau sebelum dimandikan dan dikafani.  Prosesi pemakanan dilakukan hari Jumat tepat saat SMP di depan rumah libur sehingga jalanan bisa dipasang tenda. Dan lurah pun datang memberi sambutan karena Ibu sangat aktif hingga akhir hayar di kegiatan masayarakat, Meski kehilangan aku yakin Ibu khusnul khotimah di akhir hayatnya.

Ibu sabar dan pekerja keras
Ibu dilahirkan dengan nama Solikati anak pertama dari mbah Resodiharjo dengan 8 bersaudara, Sejak kecil ibu membantu bapak mencari nafkah dengan menerima jahitan. Ketika SD aku yang membawa jahitan ibu untuk diobras. Bahkan di akhr hayat pun ibu masih menjahit , meskipun aku sudah melarangnya. Mungkin ibu nggak enak menolak jahitan atau untuk kesibukan Ibu di rumah. Kerjaan ayah sebagai mantri kesehatan swasta kurang ramai.

Alhamdulillah pada 2006 silam Ibu sudah berangkat melaksanakan rukun islam ke 5 di tanah suci. Dan setelah itu ibu aktif di kegiatan Ikatan persaudaraan haji, Posyandu, arisan keluarga dan RT serta wanita Islam. dan alhamdulillah Ibu dikenal baik di kalangan tetangga dan teman-teman pengajian. Setiap habis magrib hngga Isya ibu masih belajar mengaji al Quran di masjid al Huda dekat rumah. Selain itu Ibu masih suka nitih sepeda onthel, Dua hari sebelum meninggal Ibu masih membawa sepeda dan sempat disapa pak RT.

Ibu jarang mengeluh meski sakit, Ibu biasa hidup mandiri dan tidak suka merepotklan orang. Tak lupa Ibu selalu mendoakan anak-anaknya menjadi anak yang sholeh dan rezeki yang berkah. Buatku Ibu adalah wanita yang luar biasa. Semoga Ibu tenang bersama Bapak di Surga, dan suatu saat nanti aku pun akan meninggal dan insyaalllah kita akan berkumpul di Surga. Berkumpul dengan ibu bapak, suadara dan keluarga tercinta dalam keridhoaan Alloh Swt.

Kini aku harus menerima takdir Alloh. Ini adalah yang terbaik, aku harus berjuang untuk anak-anak dan keluarga serta mendidik mereka agar menjadi anak-anak yang sholeh. aku hanya bisa mengirim doa untuk Ibu dan Bapak , dan beramal dengan niat untuk Ibu dan Bapak. Semoga Alloh mengampuni semua dosa Ibu dan Bapak serta menerima amalnya dan memasukkannya ke dalam surga. Amiin . Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro.... Ya Allah Ampunilah dosa kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil...
.