Kamis, 30 Maret 2017

Lokasi Musola di Mal identik dengan "tempat pembuangan" , tapi ada lho yang Mewah di Jakarta

Selama ini di kebanyakan mal di Jakarta khususnya, musola selalu menjadi tempat yang terpinggirkan. Letaknya pun sangat memprihatinkan rata-rata di basement dimana banyak debu dan mobil yang lalu lalang. Intinya musola identik dengan menggunakan space atau ruang yang tak terpakai atau kurang komersial sehingga seperti tempat pembuangan.
Padahal pengunjung mal, mayoritas adalah orang Islam, yang pada saat-saat tertentu menunaikan kewajiban sholat 5 waktu. Permasalahan yang pelik adalah ketika sholat Maghrib, mal yang menyediakan musola yang mini selalu over kapasitas. Antrean meluber, khususnya di hari Libur sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung. Sholat seperti diburu-buru karena dibelakang padat yang mengantre. AKhirnya sehabis salam langsung bablas, karena di belakang sudah ada yang iqomah.
Kondisi musola yang sempit, kumuh dan lokasinya terpojok memang sangat memprihatinkan. Tempat ibadah yang meskinya memberi rasa nyaman, tenang dan khusuk beribadah menjadi tempat yang ramai, terburu-buru dan pengap. Ini menandakan ketidakpedulian mal akan tempat peribadatan kaum muslim. Mungkin dalam pikiran materailis mereka, mal itu tidak memberi keuntungan materi dan hanya menghabiskan space yang ada.
Itulah pemikiran jiwa-jiwa tang gersang, yang memandang segala sesuatu dari kaca mata bisnis yakni untung rugi. Mereka hanya memandang keuntungan dari sudut yang terlalu sempit yakni materi. Padahal samudra kebahagiaan itu ada di alam non materi yakni perasaan dan ketenangan hati. Dan ketenangan hati itu hanya didapatkan pada jiwa-jiwa yang selalu dengan penguasa Hati dan Dzat yang maha membolak-Balikan Hati.
Jadi penempatan musola adalah upaya untuk mengkerdilkan hati, atau menjauhkan dari Dzat yang maha Pemberi. Mungkin juga dalam cakrawala yang sempit ada unsur kesengajaan dalam membuat musola ke tempat "pembuangan" yakni menggiring manusia ke watak-watak materialis agar berbelanja sebanyal-banyak tanpa mempertimbangkan kebutuhan rohani. Ini agak sedikit prasangka buruk, karena para pemilik mal kebanyakan bukan orang yang suka ke musola.
Musola di mal seharusnya menjadi berkah, karena banyak orang yang bekerja di mal tersebut berdoa agar barang mereka terjual dan toko mereka ramai pembeli. klaau setiap pedagang dan  karyawannya semua berdoa maka insyaallah Tuhan akan kabulkan, dan dampaknya mal akan menjadi ramai pengunjung. jadi mestinya musola menjadi salah satu tempat terbaik di mal karena menjadi magnet untuk terkabulkannya doa agar mal menjadi ramai.


Mal mewah di Jakarta
Sebagian besar mal di Jakarta memang kurang peduli dalam pelayanan ibadah di musola, Namun ada beberapa pusat perbelanjaan yang patut dicaungi jempol dengan menyediakan tempat ibadah yang nyaman dan menyejukan. Tempat itu antara lain.
1. Pasaraya Blok  M
Pasaraya Blok M mempunyai masjid bernama Alatief yang terletak di lantai 5 blok A. masjid itu sangat luas a karena satu lantai dengan karpet yang tebal dan halus. Masjid itu mampu menampung seribu jamaah dan setiap hari ada kegiatan memakmurkan masjid, Adanya runagan yang luas, toilet yang bersih dan ber AC membuat kenyamanan beribadah di tempat milik pengusaha ABdul Latif.
2.Gandaria City
Di gandaria City terdapat masjid al Hidayah  yang terletak di dekat parkiran di lantai 4. Masjid ini luas dan sejuk serta menampung ribuan jamaah. Selan itu masjid ini juga di gunakan untuk sholat Jumat,
3.Blok A Tanah Abang
Di pusat perdaganagan terebsar di Indoensia Tanah Abang terdapat masjid ala Timur Tengah di lantai 14 Blok A. Masji ini mampu menamopung 500 jamaah dan mendapat gelar masjid terpuji 1 kategori Trade center. Masjid ini cukup bersih dan nyaman untuk sembahyang
4. Senayan City
Di Senayan City memang tidak mempunyai masjid yang luasa hanya menyediakn musola di Lg dengan tagline Ezcecutif Musola. Di tempat ini ruang dibagi dua untuk prempuan dna laki-lak,i, ruang musola laki-laki mampung menampung 100 jamaah,. Ruang tunggu luas untuk melepas sepatu, dengan tempat wudu yang bersih dan musola yang ber AC.
5.Kota Kasablanka
Meski menjadi pusat belanja yang tersbuk di Jakarta namun dalam menyediakan ruang ibadah mal ini patut diacungi jempol. Pengelola meneydiakan tempat ibadah di lantai 1 dan LG. Selain temp;atnya luasm juga terpisah antara laki-laki dan perempuan, bahkan juga disediakan perpustakaan yang menyediakn buku-buku bacaan Islam

selain ke 5 mal diatas, masih banyak mal yang mungkin mneyediakan fasilitas ibadah yang baik bagi pengunjung, yang tidak penulis ketahui. semoga tulisan ini menginspirasi para pengelola mal untuk menempatkan musola ke tempat yang terhormat dan bernartabat.

Dudun hamdalah
Stand Up Religi
30 Maret 2017



Tidak ada komentar:

Posting Komentar